Tuhan ku masih tersenyum

28 Februari 2012

Termenung

Menatap jauh tak berujung

Menembus waktu dan tembok-tembk pembatas dunia

Ku tersenyum melihat isi kepalaku

Memikirkan satu kata yang tak bosan-bosannya ku ucapkan

Satu kata yang mengadakanmu

Yang sering menjadi alasan dibalik senyuman  itu

Sungguh tak pernah ada satu detikpun waktu yang ku habiskan

Untuk berpikir bahwa satu nama itu akan memenuhi kotak memoriku

Atau sekedar bertanya akankah suatu saat nanti ku akan merindukannya

Seperti rindu sepasang kekasih,mungkin

Sekali lagi ku tersenyum

Karna rindu itu ada

Tuhan pasti cemburu

Walau ku tahu rasamu tak senyata rasaNya

Tuhan indah rasanya

Seperti hujan yang kau beri

Bukankah ku takkan pernah tahu arti hujan

Andai kemarau  tak pernah ada?

Tuhan ku masih tersenyum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: