aku rindu

23 April 2012

tak usah kau bertanya

karna saat ini,ku hanya ingin mengatakan

aku rindu

Selamat Ulang Tahun

24 Maret 2012

Tiga kata yang biasanya ku ingini disetiap tahunnya di bulan ke tiga,
memekikkan telingaku,
mengundang senyumku.

Tiga kata yang menjadikan perjalananku terhenti sejenak,
sekedar tuk memutar kembali kotak memoriku.

Malam terasa lebih panjang menjemputnya,
ada tangis pilu mengiringinya,
sembari terdengar syukur
menarik senyum
menyeka air mata di sudut indera

Tiga kata yang mengundang doa
menguatkan langkah kaki
melembutkan hati
meredam ego

bijaklah gadis kecil
kuatkan genggamanmu
melangkahlah dengan hati

bukankah hanya kebaikan yang akan membaikkanmu?
bukankah manusia terbaik adalah dia yang meberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kebaikan sesamamu?

berbisiklah lirih memujiNya
lantangkan suaramu dalam heningnya malam

kau tahu bahwa

“Allah mencintaimu jauh lebih dari apa yang engkau ketahui”

Maka tersenyumlah
^__^

#ThanksToYou

24 Maret 2012

malam itu hujan turun
membasahi hati
merangkai cerita
ada tawa yang terderai
cahaya kota
memendar memecah malam

segelas float kesukaan dan hangat sekantong kentang goreng
menemani aliran kata yang membentuk kalimat
mencipta cerita

angin malam semakin dingin
waktunya tuk kembali
kota itu menyanyikan lagu hitam
awan gelap nampak menyembunyikan
indah bulat purnama
menghalangi sinar keperakkannya

ada sebuah novel yang berpindah
sebagai tanda bahwa hari ini
sepertinya istimewa
iya, hari ini memang beda

terima kasih berteman senyuman
dan tawa terdengar bernyanyi
meletupkan bahagiaku

entah bagaimana ku wujudkan
bahagia itu
binar mataku tak mampu berkelik
sumringahku pula tak mampu ku redam
seperti gadis kecil mendapatkan hadiah kesukaannya

Terima kasih,
karna kau telah membuat hari itu istimewa.

PS.
Hujan turun menemani, mengartikan bahagiaku malam itu

Tuhan ku masih tersenyum

28 Februari 2012

Termenung

Menatap jauh tak berujung

Menembus waktu dan tembok-tembk pembatas dunia

Ku tersenyum melihat isi kepalaku

Memikirkan satu kata yang tak bosan-bosannya ku ucapkan

Satu kata yang mengadakanmu

Yang sering menjadi alasan dibalik senyuman  itu

Sungguh tak pernah ada satu detikpun waktu yang ku habiskan

Untuk berpikir bahwa satu nama itu akan memenuhi kotak memoriku

Atau sekedar bertanya akankah suatu saat nanti ku akan merindukannya

Seperti rindu sepasang kekasih,mungkin

Sekali lagi ku tersenyum

Karna rindu itu ada

Tuhan pasti cemburu

Walau ku tahu rasamu tak senyata rasaNya

Tuhan indah rasanya

Seperti hujan yang kau beri

Bukankah ku takkan pernah tahu arti hujan

Andai kemarau  tak pernah ada?

Tuhan ku masih tersenyum

Hati,bisakah?

25 Februari 2012

Hati

Bisakah logikaku memilih?

Memilih jatuhku bukan kehatinya,

yang menjadikan diamnya seribu kata,

yang mampu mengartikan diamku.

 

Hati

Diakah pilihamu?

Bisakah bukan dia?

Dia tlah terpilih

 

Hati

Adakah nama lain yang dapat kau hadirkan dikepalaku

Di mataku, disepiku,

di ramaiku,di lelapku,

dibahagiaku,di dukaku

Di setiap detik gambaran hidupku

 

Hati

Bisakah rindu ini tidak bermuara padanya?

 

Hati

Tidakkah kau letih?

Dan bertanya,serumit inikah?

Memaknai hujan yang teranugrahkan

 

Hati

Sanggupmu tak menyamai kuatku

 

Hati

Maaf tak mampu realitaskan inginmu

Dunia ini terlalu rumit untuk kita maknai

 

Hati

Bukankah hujan tak pernah meminta

Tumbuhan menghijau

Tanah mewangi

setelah adanya?

Kamu ada yang tiada

24 Februari 2012

 

Kamu ada

Hidup

Menghidupi

Kamu ada

Mengaliri

Kamu ada

Mengisi

Kamu ada

Memenuhi

Kamu ada

Membanjiri

Kamu ada

Mati

Mematikan

 

Kamu menegas dalam ada yang tiada

 

“saat cuaca terasa begitu mengerahkan,meresahkan hati menanti hujan yang tak juga menyapa”

(Bone,24 februari 2012)

nus…….

7 Februari 2012

nus…….
ini surat pertamaku

nus……
mungkin ku telah lupa cara tersenyum
seperti elang yang lupa cara tuk terbang
saat sayapnya terluka
terlalu banyak banyak hati yang harus ku kuatkan
terlalu banyak kata yang terlalu rumit tuk ku terjemahkan
terlalu lelah tuk sekedar memahami mereka

nus……
ku butuh hati tuk menguatkan langkahku
menghapus dukaku,mengenggam tangan kecil ini,
nus……
apa ada yang tahu rasaku ini,memahaminya…..
tanpa harus ku verbalkan semua resahku
tanpa harus menangis tuk membuktikn dukaku

nus……
pelangi itu masih adakan?

nus…..
hujan kok tak menyapaku
padahal ia pasti tahu ku ingin ia ada

nus……
kamu masih bacakan?
masih disitukan,
ditempat dimana kau pernah menemukanku

nus…..aku rindu
aku rindu sisi lain dari diriku
yang selalu punya cara untuk tersenyum
tanpa hujan,senja dan pelangi

(inspired from kugy at perahu kertas)

Ku ingin

15 Januari 2012

Aku ingin berdiri dipuncak tertinggi indonesia,melebarkan kedua tanganku,merasakan angin yang berhembus,memandang hijau yang terbentang luas beratapkn biru awan yang berteman kabut,ku ingin tertawa bebas memandang dunia,tanpa harus khawatir dengan persepsi orng2 disekitarku,ku hanya ingin menjadi diriku,menjadi apa yang ku mau.
ku ingin pergi jauh dan mungkin bersama orang yang respect dengan adanya aku,tertawa bersama,menikmati indah dunia yang menakjubkan,hidup dengan kegilaan yang akan membuat hidup ini lebih manis mungkin….
lompat sesuka hatiku,sumringah semauku,menangis kala akal ku tlah tak mampu menyadarkan rasaku..

Hidup diluar norma yang mengikat namun tetap terkontrol…
mencintai pekerjaanku,membuat hidupku lebih hidup
memaknai setiap senyuman dan tangis yang tercipta,

Mendengarkan lagu kesukaanku dipagi hari,berteman secangkir teh hangat,dan kala senja menjingga dia duduk dsampingku, sambil menatap mentari yang mulai beranjak dari peraduannya

Sesekali hujan menemaniku dan ku akan mengadahkan tanganku menikmati setiap tetesnya hingga membasahi tubuhku,wanginya yang membuat ku tersenyum…….
ku rindu kau hujan walau musim penghujan menemaniku,kurindu kau yang turun lembut membuai tanah yang semakin memekatkan warnanya
ku rindu kau yang menyadarkan ku, akan rasa yang tak ku tahu kapan datangnya merajai hati

Ku ingin rasa yang menghidupkan bukan mengerdilkan hati

Hidup dalam diam

14 Januari 2012

“rasanya hanya ingin hujan turun

deras……

hingga ku tak perlu mendengarmu,

kemudian

memaksaku melafalkan namanya

hingga terngiang memenuhi kepalaku”

penguat hati yang tak terdefenisikan

di dunia realitas ini, rasanya ingin teriak dan tersungkur

kemudian berteman tangis lirih

menambah sendu hitam langit malam

ku hanya ingin menjadi diriku,menjadi apa yang ku mau

tanpa harus takut apa yang akan mereka katakan

bebas melakukan apa yang ku mau,apa yang ada dalam isi batok kepalaku

tapi ku tahu siapa aku

ku akan memilih diam tanpa satu katapun

ketika kepastian hati semakin tegas memilih tempatnya

sendiri,tidakkah kau pahami makna gelisahku

makna ketakutanku

berhadapan dengan tatap mata mereka

yang seolah mengintimidasi kehadiranku

mungkin benar katamu sobat

ku memang tak pernah memikirkan rasaku sendiri,

selalu memikirkan dan mendahulukan rasa orang lain,

ku tak ingin melukai mereka,

karna luka yang sama mungkin pernah menghampiriku

tinggal bersamaku,menyelimutiku,merampas o2ku.

kataku lirih

iya,benar

tapi smpai kapan?

apakah kau tak ber hak bahagia?

ku tersandung

tak tahu harus melakukan apa

tak mungkin berbalik

mungkinkah akan ku hancurkan tembok ini dan melanjutkan langkahku

ataukah ku memilih berbelok,mengambil rute lain

kanan ataukah kiri?

entahlah……………..
~saat ia tersesat,maka hatiku kan memilih berjalan dalam diam,mengikuti cahayaNya di ujung jalan~

 

ketika resolusi mu menjadi bagian dari resolusiku
hingga korelasi yang terhubung tanpa kesengajaanpun tercipta
apakah ku mampu mengelak ingin yang tertuliskan hingga mendahului verbalku?
lembayung senja bersama langkah kakipun
meninggalkan jejak-jejak yang tersimpan manis disudut senyumanku…….

setiap perjalanan memilih kisahnya sendiri^__^