Padang Lamun

29 Oktober 2009

PADANG LAMUN

  1. A. Apa itu Padang Lamun

Padang lamun merupakan hamparan tumbuhan seperti rumput atau alang-alang yang terbenam di dalam laut yang dangkal, tenang, berpasir atau berlumpur. Tumbuhan lamun terdiri dari rhizoma, daun dan akar. Rhizoma adalah batang yang terbenam dan mendatar di atas permukaan dasar laut.

Adapun ciri-ciri tumbuhan lamun antara lain :

  1. Mampu hidup dan dapat menyesuaikan diri terhadap air asin atau garam.
  2. Dapat hidup dan berkembang biak di air
  3. Daunnya mengandung banyak udara agar mudah mengapung di bawah permukaan air laut.
  4. Memiliki system perakaran yang kuat dan kokoh.
  5. Dalam satu tumbuhan hanya ada bunga jantan saja atau bunga betina saja.
  6. Mampu melakukan penyerbukan di dalam air.
  7. Buahnya terendam dalam air.

 

Lamun memiliki perbedaan yang nyata dengan tumbuhan yang hidup terbenam dalam laut lainnya, seperti makro alga atau rumput laut(seaweats). Tanaman lamun memiliki bunga dan buah yang kemudian berkembang menjadi benih. Pertubuhan lamun sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal seperti kondisi fisiologis dan metabolisme serta faktor eksternal seperti zat-zat hara dan tingkat kesuburan perairan.

  1. B. Habitat Padang Lamun

Lamun tumbuh subur terutama pada daerah terbuka pasang surut dan perairan pantai atau goba yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil dan patahan karang mati dengan kedalaman 4 meter.  Padang lamun terbentuk di dasar laut yang masih ditembusi cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Pada perairan yang sangat jernih, beberapa jenis lamun ditemukan tumbuh dalam kedalaman 8 – 15 meter. Lamun biasanya terdapat dalam jumlah yang melimpah dan sering membentuk padang yang lebat dan luas diperairan tropis. Hampir semua substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai substrat berlumpur sampai berbatu. Namun padang lamun yang luas lebih sering ditemukan disubstrat Lumpur berpasir yang tebal antara hutan mangrove dan terumbu karang.

 

 

 

  1. C. Penyebaran Tanaman Lamun

Zona penyebaran lamun secara umun berkesinambungan, namun biasa terdapat perbedaan pada komposisi jenisnya maupun luas daerah penutupannya. Pola penyebaran lamun sangat tergantung pada tofografi dasar pantai, kandungan nutrient dasar perairan, dan beberapa faktor fisik dan kimia lainnya. Kadang terlihat pola penyebaran yang tidak merata dengan kepadatan merata yang relatif rendah dan bahkan terdapat semacam ruang-ruang kosong di tengah padang lamun yang tidak tertumbuhi oleh lamun. Kadang juga terlihat pola penyebaran yang berkelompok-kelompok. . Namun juga terdapat banyak pola penyebaran yang merata tumbuh hampir pada seluruh garis pantai dengan kepadatan yang sedang dan bahkan tinggi.

Parameter lingkungan utama yang mempengaruhi distribusi dan pertumbuhan ekosistem padang lamun adalah sebagai berikut :

  1. Kecerahan

Lamun membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi untuk melaksanakan proses fotosintesis. Hala ini terbukti dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa distribusi padang lamun hanya terbatas pada perairan yang tidak terlalu dalam.

 

 

  1. Temperatur

Walaupun padang lamun secara geografis tersebar luas yang diindikasikan oleh adanya kisaran toleransi yang luas terhadap temperatur. Pada kenyataannya sepsis lamun di daerah tropic mempunyai toleransi yang rendah terhadap perubahan temperatur. Kisaran temperatur optimal bagi spesies lamun adalah 28 – 30oC.

  1. Salinitas

Spesies lamun memiliki kemampuan toleransi yang berbeda-beda terhadap salinitas, namun sebagian besar memiliki kisaran yang lebar yaitu antara, 10 dan 400/00. Salah satu factor yang menyebabkan rusaknya ekosistem padang lamun adalah meningkatnya salinitas.

  1. Substrat

Padang lamun hidup pada berbagai macam tipe substrat, mulai dari Lumpur sampai sedimen dasar yang terdiri dari endapan Lumpur halus sebesar 40%. Kedalaman substrat berperan dalam menjaga stabilitas sedimen yang mencakup dua hal, yaitu pelindung tanaman dari arus laut, dan tempat pengolahan serta pemasok nutrient.0

 

 

 

  1. Kecepatan Arus  Perairan

Produktivitas padang lamun juga dipengaruhi oleh kecepatan arus perairan. Pada saat kecepatan arus sekitar 0,5 m/detik, jenis Turtle grass mempunyai kemampuan maksimal untuk tumbuh.

Di seluruh dunia diperkirakan terdapat sebanyak 55 jenis lamun, dimana di Indonesia ditemukan sekitar 12 jenis dominan  yang terdiri dari 7 marga. Penyebaran padang lamun di Indonesia cukup luas, mencakup hampir sluruh perairan nusantara yakni jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya. Dari seluruh jenis,  jenis Talassia haemprichii merupakan yang paling dominan di Indonesia. Keanekaragaman hayati lamun yang paling tinggi ada diperairan teluk Flores dan Lombok, masing-masing

ada 11 spesies. Jika dibandingkan, maka keanekaragaman hayati lamun diperairan Indonesia bagian timur ternyata lebih tinggi dibandingkan bagian barat.

  1. D. Biota Padang Lamun

Ekosistem padang lamun bukan merupakan komunitas yang terisolasi, tetapi berinteraksi dengan ekosistem lain di sekitarnya. Interaksi terpenting ekosistem padang lamun adalah dengan ekosistem padang mangrove dan terumbu karang.

 

Di padang lamun terdapat beberapa biota laut sebagai berikut :

  1. Duyung, biota ini sering ditemukan di padang lamun termasuk kelompok mamalia yang bernafas dengan paru-paru, melahirkan dan menyusui anaknya.
  2. Penyu laut, khususnya penyu sisik dan penyu hijau yang sangat menyukai tumbuhan laut sebagai makanannya.
  3. Ikan baronag atau lingkis banyak sekali dijumpai di padang lamun
  4. Kepiting dan udang banyak dijumpai di padang lamun karena merupakan daerah asuhan, tempat berpijah dan mencari makan.
  5. Hewan-hewan tak bertulang belakang seperti bintang laut, teripang, bulu babi, keong laut, siput laut dan cacing.
  6. E. Peranan dan Fungsi Padang Lamun

Tak ada satupun jenis tumbuhan dan hewan  di dunia ini  yang diciptakan Allah tanpa memiliki fungsi dan peran. Begitu pula tanaman lamun atau padang lamun. Fungsi dan peran padang lamun dalam suatu perairan dapat ditinjau dari segi ekonomis maupun ekologis. Secara ekonomis lamun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bahan baku kertas, bahan kerajinan, pupuk dan bahan obat-obatan serta dapat dijadikan tempat rekreasi. Selai itu, padang lamun juga dapat dijadikan tempat kegiatan budidaya laun berbagai jenis ikan(misalnya ikan beronang), kerang-kerangan dan tiram. Sedangkan secara ekologis lamun memainkan peran antara lain sebagai berikut :

  1. Sebagai habitat bagi berbagai biota laut.
  2. Penghasil detritus dan zat hara yang berguna sebagai makanan bagi mahluk hidup lainnya.
  3. Juntaian lamun juga berguna sebagai pelindung dari sengatan matahari bagi penghuni ekosistem lamun.
  4. Sumber makanan bagi penyu hijau, penyu sisik, bulu babi, bintang laut, dan dugong.
  5. Melindungi dasar perairan dari erosi.
  6. Daun lamun yang lebat dapat memperlambat gerakan air yang disebabkan oleh ombak dan arus sehingga menyebabkan perairan disekitarnya menjadi tenang.
  7. F. Rentan Kerusakan Padang  Lamun

Ekosistem padang lamun amat rentan terhadap kemerosotan lingkungan yang diakibatkan kegiatan manusia. Di kawasan pantai, manusia melakukan pengerukan dan pengurugan demi pembangunan pemukiman pantai, industri dan saluran navigasi. Ini mengakibatkan rusak totalnya padang lamun. Perusakan habitat di lokasi pembuangan hasil pengerukan akhirnya terjadi. Disamping itu, terdapat dampak sekunder pada perairan laut yaitu meningkatnya kekeruhan air serta terlapisnya insang hewan air oleh Lumpur dan tanah hasil pengerukan. Hewan-hewan air tersiksa dan akhirnya mati. Ancaman juga datang dari pencemaran limbah industri yang mengakibatkan terjadinya akumulasi logam berat padang lamun melalui proses yang disebut magnifikasi biologis.

Tindakan manusia yang suka membuang sampah sembarangan ke laut mengakibatkan turunnya kandungan oksigen terlarut di kawasan padang lamun, serta dapat menimbulkan eutrofikasi. Hal ini bisa memancing meledaknya pertumbuhan perifiton, sejenis organisme yang hidup menempel di organisme lain. Adapula pencemaran limbah pertanian terutama pestisida yang mematikan hewan-hewan yang hidup di padang lamun. Pupuk yang masuk ke perairan laut dimana padang lamun terbentag juga memancing timbulnya eutrofikasi.

  1. G. Klasifikasi Lamun

Regnum             : Plantae

Divisio                 : Spermatophyta

Classis                 : Monocotyledonae

Familly                : Hydrocharitaceae

Genus                  : Enhalus

Spesies             : Enhalus acoroides

About these ads

6 Tanggapan to “Padang Lamun”

  1. nurmuliayanti muis said

    sma2
    sbnarnya agk nga ngrti ma pa qt tulis
    hehehe
    tpi makasih udh mampir:)

  2. fatria arafat said

    hehehe
    ud lumayan bagus mbakk
    akumo pnelitian lamun ni
    alangkah indahnya kalo ada referensinya
    salam hangat,,

  3. anwar rajab said

    azz,aq nak ums,q mau tanya ni tentang buku identifikasi padang lamun,apakah anda tau d manahkah bukuh itu d jual

    • nurmuliayanti muis said

      walaikum slm wr.wb, sbelumnya terima ksih dah berkunjung, sepengethahuan saya agak sush mencari buku tersebut,karna pada saat membuat makalah inipun hanya menggunakan referensi dari om google ma buku biologi laut,trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: